Skip to content

Ayo, BANGKIT !!!

8 March 2011

Setiap orang pernah mengalami kejatuhan
Setiap orang juga pernah mengalami keterpurukan

Jatuh atau terpuruk adalah salah satu warna dalam kehidupan ini. Bila tidak ada kejatuhan, maka orang tidak akan mau melihat betapa sulitnya hidup ini. Bila manusia tidak jatuh, ia tidak akan mau melihat betapa lemah dirinya. Bahkan bila manusia tidak terpuruk, manusia tidak akan mengetahui bahwa dirinya berharga dimata orang lain.
Manusia sarat dengan kelemahan, dan tidak jarang mengecewakan satu sama lain. tidak ada manusia yang sempurna. Akan tetapi manusia diciptakan untuk bisa mengatasi segalanya dengan bantuan orang lain. orang lain adalah cermin dan tangan yang dianugerahkan Tuhan untuk membantu sesamanya.
Sebuah lampu minyak yang usang perlu dibersihkan agar ia bisa menerangi gelapnya malam bagi semua orang. Tidak hanya untuk menerangi dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain.
Begitu jugalah dengan manusia. Manusia ibarat sebuah lampu minyak yang kadang perlu dibersihkan agar ia bisa menjadi terang bagi sesama. Ia dibersihkan dari jelaga yang memenuhi kaca yang menutupi terang bagi sesama. Tak lupa ia harus diberi minyak untuk menjadikan terangnya terus bersinar dalam kehidupan.
Lampu minyak tidak bisa membersihkan dirinya sendiri. Ia membutuhkan tangan orang lain untuk menjadikannya bersih, ia juga membutuhkan tangan orang lain untuk menyalakan api sebagai awal dari terang yang ia pancarkan dalam hidup ini. Jika ia sudah bisa menerangi semuanya, maka ia tidak lupa untuk memberi contoh terang yang baik bagi sesama. Menjadi contoh memang sulit, tapi itulah tantangan dalam hidup manusia. Tuhan memberi kita tantangan karena kita mampu. Tuhan juga yakin, bahwa kita mampu menjadi lampu yang lebih terang daripada yang sekarang.

Terkadang manusia menjadi lemah karena ia terlalu banyak melihat suatu terang yang lebih tinggi daripada dirinya sendiri. Karena itu, manusia perlu meredupkan nyala lampu untuk bisa melihat jati diri dan lebih dekat menyelami kekurangan dalam diri. Tanpa menyelami diri, kita tidak akan bisa menemukan apa arti hidup ini.
Apa yang kau temukan dalam hidupmu adalah tanda bahwa engkau masih mendapat anugerah untuk mengenal kehidupan, dan merasakan bahwa hidup ini benar-benar indah.
Jika engkau terpuruk, jangan mencoba untuk mencari sesuatu yang menyenangkan diri sesaat, tetapi tariklah diri demi melihat apa yang sebenarnya kau cari dalam hidup ini. Semua yang kau cari akan kau temukan dalam diri dan bukan karena diberi. Orang lain hanyalah tangan, tapi semua kunci terletak pada kemauan diri sendiri..
Jika kini kau lemah, maka kau harus membuat dirimu kuat, tapi jika kini kau kuat, kau harus tetap menjaga agar dirimu tidak menjadi lemah…

-Giovanni, 7 juni 2010-

From → coretan

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: