Skip to content

Tentang Tritunggal Mahakudus

31 October 2012

Memahami Allah Tritunggal merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelaskan. Yang dimaksud dengan Allah Tritunggal adalah Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.  Mereka merupakan tiga pribadi, akan tetapi satu kodrat. Memahami konsep Allah Tritunggal tidak pernah habis samoai saat ini, karena ini adalah sebuah misteri.  Memahami Allah Tritunggal berarti memahami Allah yang abstak, yang tidak begitu saja dipahami seperti memahami pelajaran-pelajaran lain di sekolah. Bila pelajaran lain memahami sesuatu dengan jalamn pikiran manusia, maka untuk memahami Allah Tritunggal, kita tidak boleh memahami Allah seperti memikirkan manusia. Otak manusia tidak akan pernah mengerti masalah ini.

Kita perlu memegang satu prinsip dalam memahami Allah Trituggal, yakni: JANGAN MEMIKIRKAN ALLAH SEPERTI KITA MEMIKIRKAN MANUSIA. Mengapa demikian? Karena Allah itu tidak terikat oleh ruang dan waktu. Maksudnya? … kita ambil sebuah contoh: pada saat Yesus dibabtis di sungai Yordan, Allah berseru: “Inilah Anak yang Kukasihi,…” kemudian turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati. Dalam peristiwa ini, Allah Bapa berseru, Kemudian Allah Putra yakni Yesus yang dibabtis yang berada di sungai Yordan, dan ada Allah Roh Kudus dalam rupa burung merpati. Perisitwa ini memberikan pengertian baru  bahwa Allah itu ada tiga, tetapi apakah itu benar? Sudah dikatakan bahwa Allah itu satu tetapi memiliki tiga pribadi. ….. (ini adalah cara berpikir yang salah, karena kita memikirkan Allah seperti memikirkan manusia).

Allah itu tidak terbatas ruang, berarti Allah bisa ada dimana saja, dan dalam bentuk apa saja, tidak terbatas pada waktu dan tempat yang sama (lihat peristiwa pembabtisan Yesus). Kemudia Allah itu tidak terbatas waktu, berarti Allah itu tidak dapat tua. Bisa diandaikan bila Allah itu tua, berarti Allah yang sekarang itu sudah tua, karena dari zaman kita belum lahir, Allahsudah ada. (Apakah anda sudah bingung dengan hal ini??? bila bingung, itu normal. Kita akan memahaminya satu per satu)

Apa yang dapat kita lakukan untuk memahami Allah Tritunggal?

Untuk memahami semua ini, kita perlu menggunakan sebuah analogi (gambaran). Yang dimaksud dengan metode analogi adalah menggambarkan sesuatu hal supaya kita lebih mengerti. Dengan metode ini, kita melihat sesuatu dari satu sudut pandang. Sebagai pengantar, ada sebuah pertanyaan. Apakan Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus itu sama?

Analoginya:

Kita mengambil sebuah contoh, yakni air. Air itu bisa menjadi uap, bisa juga menjadi es. Nah… apakah uap itu masih bisa disebut sebagai air? Atau apakah es itu juga masih bisa disebut air??? Uap, es, dan air itu sama atau berbeda??

Melalui analogi ini, kita melihat ada tiga pribadi. Bila kata air itu diganti dengan Allah, apakah kita masih bingung dengan maksud tiga pribadi Allah? Ada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Semuanya itu bisa dikatakan sama, tapi bisa dikatakan beda.

Langkah kedua untuk memahami persatuan Allah Tritunggal.

Apakah Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus itu satu?

Analogi: Telur

Telur itu punya cangkang, albumen, dan kuning telur. Bila telur itu tidak mempunyai cangkang, apakah itu masih bisa disebut telur? Bila telur itu tidak mempunyai albumen, apakah itu masih disebut telur? Dan bila ketiganya dicampur, apakah itu masih bisa dikatakan sebuah telur? Adanya ya… telur dadar… semuanya tidak bisa didipisahkan atau dicampur. Bila dipisah atau dicampur, maka itu bukanlah sebuah telur lagi.

Kalau Allah itu sama, mengapa harus dibedakan?

Analogi: Matahari

Mengapa kita menggunakan matahari sebagai analogi? Karena Matahari itu hanya satu tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Matahari menerangi bumi ini, tetapi tidak hanya bumi saja yang disinari, tetapi planet-planet lain juga yang mendapat sinar matahari. Selain itu, sinar matahari itu menghangatkan tubuh manusia, dan masih banyak fungsi matahari , akan tetapi apakah matahari itu banyak? Matahari itu Cuma satu.

  Memahami Allah Tritunggal sangat abstrak, tetapi dengan penggambaran, kita bisa memaknai maksud semua ini. konsep utama dari pembahasan ini adalah Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus adalah satu, satu kesatuan utuh. Trintunggal berarti Allah itu memiliki tiga pribadi dalam satu kodrat. Contoh lain dari Kitab Suci adalah peristiwa mukjizat Yesus. Dalam melakukan mukjizat, Yesus menampilkan tiga pribadi. Pertama, Yesus sebagai manusia (Putra) datang ke dunia, melihat sendiri, dan melakukan sebuah tindakan, yakni mukjizat. Dalam melakukan mukjizat, Allah menyertaiNya, dan sebagai perantaranya adalah Roh Kudus. Kita tidak bisa memisahkan satu dari ketiga unsur yang melatarbelakangi mukjizat ini terjadi.

tulisan ini adalah buah dari beberapa masukan teman dalam menemukan cara memahami Trinitas, dan dari permenungan pribadi penulis. semoga membantu..

Berkah Dalem

From → katekese

One Comment
  1. agus permalink

    Thanks mas Yuswanto…sangat membantu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: