Skip to content

Maria menurut Martin Luther

2 May 2013

IMG00004-20120811-1332Berikut ini petikan dari Martin Luther, pendiri gerakan Reformasi Protestan tentang Bunda Maria, petikan-petikan ini diambil dari tulisannya setelah memulai gerakan Reformasi Gereja.

Apakah persamaan dari para dayang istana, bangsawan, raja, ratu, pangeran dan kaisar dunia bila dibandingkan dengan Perawan Maria, putri Daud. Ia adalah Bunda dari Allah kita, pribadi yang amat agung di bumi ini. Setelah Kristus dialah permata yang terindah didalam keKristenan. Sang Ratu yang di tinggikan di atas segala kebijaksanaan, kesucian dan keagungan ini tak akan pernah cukup dipuji,. (Martin Luther; Predigten an Weihnachten oder heiligem Christfest, Yesaya 9:2-7; Erste Predigt 1532 diambil dari Dr. Martin Luther’s Hauspostille, Vol. 6 dari Dr. Martin Luther’s Sämmtliche Werke, ed. Joh. Georg Plochmann; Erlangen: Verlag von Carl Hender, 1826, halaman 48)

Sungguh pantas apabila sebuah kereta kencana emas mengiring dia, dengan ditarik oleh empat ribu kuda dengan abdi utusan yang meniup sangkakala serta dengan lantang berseru: “Lihatlah dia, Bunda yang Agung, Puteri umat manusia” tetapi yang ada hanyalah: Seorang Perawan berjalan kaki dalam sebuah perjalanan jauh untuk mengunjungi Elisabeth. Perjalanan ini ditempuhnya walaupun saat itu ia sudah menjadi Bunda Allah. Bukan merupakan sebuah keajaiban apabila kerendahan hatinya dapat membuat gunung-gunung melonjak menari sukacita. (Martin Luther; Predigten am Tage der Heimsuchung Mariä, Lukas 1:39-56; Erste Predigt 1533 diambil dari Dr. Martin Luther’s Hauspostille, Vol. 6 dari Dr. Martin Luther’s Sämmtliche Werke, ed. Joh. Georg Plochmann; Erlangen: Verlag von Carl Hender, 1826, halaman 303)

Melalui perkataannya sendiri dalam Magnificat (Lukas 1:46-55), dan melalui pengalamannya, Maria mengajar kita bagaimana caranya mengenal, mengasihi dan memuji Allah…Sejak awal, umat manusia telah menyimpulkan segala kemuliaan yang diberikan kepada Maria di dalam sebuah kalimat: “Bunda Allah”. Sekalipun manusia mempunyai lidah sebanyak daun di pohon, rumput di padang, bintang di langit atau pasir di lautan, tak seorangpun mampu mengatakan hal yang lebih agung kepada atau mengenai Maria. Perlu direnungkan dalam hati apakah artinya menjadi seorang Bunda Allah…

(Martin Luther, “The Magnificat”, dalam Luther’s Works, Volume 21, diterjemahkan oleh A.T.W. Steinhaeuser, editor: Jaroslav Pelikan, Saint Louis MI: Concordia Publishing House 1956, halaman 301 & 326; Profesor Jaroslav Pelikan merupakan seorang Ahli Teologi Protestan terkenal, pada Hari Raya Maria Menerima Kabar Baik, 25 Maret 1999, ia menerima Sakramen Krisma di Kapel Seminari St. Vladimir di Crestwood, New York dan menjadi seorang Orthodox)

Dalam Rumusan Katekismus Protestan yang biasa disebut sebagai Formula atau Buku Concord, Martin Luther juga menulis sedikit mengenai Bunda Maria sbb:…”Oleh sebab itu kami percaya, mengajar dan mengaku bahwa Maria secara sejati adalah Bunda Allah (Theotokos) ….. Maria layak menerima penghormatan yang paling tinggi” (Martin Luther; Formula of Concord artikel VIII seksi 27 Halaman 488; Apology of the Augsburg Confession Artikel XXI seksi 27 Halaman 232; semuanya diambil dari The Book of Concord, editor dan diterjemahkan oleh Theodore G. Tappert; Philadelphia PA; Fortress Press 1959, Buku Formula Konkord ini sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia)

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: