Skip to content

SAKRAMEN KRISMA

11 May 2013

ac1. Asal-usul Sakramen.

Sangat sulit untuk mengatakan bahwa sakramen ini sudah ada sejak jaman para rsul, sebab PB berbicara tentang ritus penumpangan tangan setelah pembaptisan. Belum jelas juga dari PB, apakah penumpangan tangan itu merupakan bagian akhir dari ritus pembaptisan atau sebuah sakramen tersendiri. Sejauh menyangkut ritus ini, sulit menelusuri bahwa sakramen ini berasal dari Yesus. Masalah historisitas menjadi tidak relevan jika kita menyimak uraian tentang Yesus sebagai sakramen dasar. Juga sakramen krisma merupakan penguraian dari keselamatan yang dibawa oleh Yesus. Dalam arti itu, sakramen Krisma berasal dari Yesus.

2. Berkaitan dengan ritus Sakramen itu sendiri. Jika pemberian anugerah Roh Kudus dalam PB dipandang sebagai asal-usul sakramen ini, maka bisa dikatakan bahwa telah terjadi perubahan substansiil dalam ritus ini, yaitu dari penumpangan tangan menjadi pengurapan dengan minyak Krisma.

Sejak awal dan dalam perjalanan sejarah, penjelasan teologis sakramen Krisma menyatakan bahwa Krisma memberikan Roh Kudus: Dekrit untuk Orang Armenia dari Konsili Florence pada 1439. Krisma diuraikan sebagai pemberian Roh Kudus untuk menguatkan, seperti yang diberikan oleh Para Rasul pada Pentakosta, sehingga orang Kristiani berani mengakui nama Kristus.

Ajaran St. Thomas Aquinas membentuk tradisi Gereja Katolik Roma setelah jaman pertengahan tentang sakramentologi, yakni:

  1. Sakramen Krisma adalah pemberian Roh Kudus.
  2. Anugerah ini merupakan penerusan Pentakosta dalam Gereja.
  3. Krisma diarahkan kepada pengakuan publik dan pemberian kesaksian iman.

Krisma mencakup penguatan hidup Kristiani si penerima demi tujuan missioner.

Dalam inisiasi Kristiani dibedakan menjadi dua anugerah Roh;

  1. Dalam Baptis diberikan rahmat pengudus dari Roh Kudus,
  2. Dalam Krisma diberikan rahmat Roh Kudus yang melengkapi, yang kadang disebut juga sebagai anugerah Roh Profetis.

Jadi keduanya membentuk inisiasi Kristiani yang lengkap, menjadikan seorang kristiani yang penuh dan memberikan keanggotaan penuh dalam Gereja. Krisma merupakan bagian dari inisiasi kristiani dan menyempurnakan Baptis serta mengantar kepada Ekaristi.

Makna Sakramen Krisma

1. Krisma sebagai Sakramen Pendewasaan

Sakramen Krisma memberikan rahmat Roh Kudus berupa struktur-hidup-rohani-dewasa (seperti kerangka manusia), yang memampukan penerima Krisma terbuka secara penuh kepada Roh Kudus. Artinya dengan struktur-hidup-rohani-dewasa penerima krisma dimampukan untuk menyambut dan bekerjasama dengan Roh Kudus. Dengan demikian, dia dimampukan untuk memikul tanggung jawab kristiani, baik di dalam maupun di luar lingkup Gereja. Dengan demikian, krisma adalah inisiasi ke kedewasaan rohani.

2. Krisma sebagai Sakramen Pengutusan

Melalui Krisma, seorang anggota Gereja diurapi dengan Roh Kudus. Ini berarti dia diangkat dan ditugaskan, dengan kekuatan Roh Kudus, untuk menjadi saksi bagi Kristus sebagai Mesias. Dengan demikian, dia bertugas untuk membangun dunia menuju penyelesaiannya dalam Kerajaan Allah nanti. Maka pemberian Roh Kudus dalam Krisma mengeksplesitkan rahmat fungsional-eklesial, atau dimensi pneumatis-misioner-eklesial yang ada pada inisiasi Kristiani, sehingga dia mengemban tugas Gereja baik yang misi keluar maupun tugas membangun persekutuan.

Catatan Pastoral untuk Persiapan Krisma

1. Menyakini bahwa sakramen adalah signum efficax gratiae, artinya sakramen adalah tanda rahmat dan sekaligus menghasilkan rahmat. Kita harus menyakini bahwa Krisma memberikan struktur-hidup-rohani-dewasa, yang membuat orang mampu terbuka dan bekerjasama dengan Roh Kudus.

2. Pemberian struktur-hidup-rohani-dewasa sebagai buah krisma hanya akan disadari kalau seseorang mempunyai pengertian keselamatan dinamis, yaitu bahwa keselamatan yang kita terima itu harus ditumbuh-kembangkan agar semakin penuh.

3. Nilai penting krisma tergantung pada bagaimana umat melihat arti pentingnya suatu tugas missioner, yaitu sebagai imam, nabi dan raja.

4. Praktek Pastoral perlu diperhatikan arti dan tujuan Krisma, bahwa Krisma mengingatkan kembali dan merayakan terus-menerus dalam Gereja peristiwa Roh Kudus.

Simbolik Upacara Krisma

1.    Pengurapan dengan minyak Krisma dengan meletakkan tangan

Tindakan mencurahkan Roh Kudus disimbolkan oleh dua tindakan, yaitu pengurapan dengan minyak (myron) yang diberkati oleh Uskup (Gereja Timur) serta penumpangan tangan dan/atau pengurapan dengan minyak (Gereja Latin).

Penumpangan Tangan mengandung makna fundamental pemberkatan, artinya mengalihkan berkat atau kekuatan gaib dan ilahi; juga dirinci sebagai tindakan penyembuhan atau tindakan penugasan.

Pengurapan dengan minyak suci berarti pengangkatan kedalam suatu jabatan, tugas suci.

2.  Rumusan verbal doa Pengurapan (forma)

“Tanda Kristus menuju hidup kekal”; “Demi nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Damai sertamu”.

“Aku menandai Engkau dengan tanda salib dan menguatkan engkau dengan krisma penyelamat demi nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Amin. Damai sertamu”.

Inti doanya adalah memanggil Roh Kudus untuk memberikan materaiNya.

3.    Pelayan Sakramen Krisma

Gereja Latin menetapkan sebagai pelayan biasa ialah Uskup, namun Uskup bisa memberi wewenang kepada para imam (sebagai minister extra-ordinarius) supaya menerimakan sakramen ini.

Penetapan ini sesuai dengan arti Sakramen, yaitu Uskup sebagai pemimpin Gereja Lokal (pengganti para Rasul, dengan kepenuhan imamat) mengikat penerima Krisma lebih erat dengan Gereja, dengan asal-usul apostoliknya, dan mengutus penerima Krisma untuk menerima saksi Kristus. (KGK 1314).

4.      Penerima Sakramen Krisma

Setiap orang yang dibaptis, yang belum menerima Penguatan, dapat dan harus menerima Sakramen Penguatan (KGK 1306).

Pada sekitar usia dapat menggunakan akal (KHK kan. 891) sesuai dengan makna Krisma sebagai sakramen pendewasaan rohani.

One Comment
  1. F. Pelman Pakpahan permalink

    Puji Syukur kepada Tuhan Yesus, melalui Lumen’s Blog ini memberi saya pencerahan tentang Sakramen Krisma. Thanks a lot. GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: